Uji klinis
Hipertermia Seluruh Tubuh (WBH) dalam Onkologi & Patologi Lainnya: Sinergi Terkonsolidasi, Imunomodulasi, dan Bukti Klinis
Diterbitkan: | Terakhir Ditinjau:
Hipertermia Seluruh Tubuh (WBH) adalah strategi onkologi sistemik yang melibatkan pemanasan terkendali pada suhu inti tubuh, sering kali menggunakan teknologi Inframerah-A yang disaring air (wIRA). WBH pada dasarnya adalah sensitizer kemo/radio, yang secara signifikan meningkatkan perfusi dan oksigenasi tumor untuk memperkuat efektivitas pengobatan tradisional. Yang terpenting, WBH berfungsi sebagai imunomodulator sistemik yang kuat, memobilisasi Heat Shock Proteins (HSPs) dan sel-T, yang menciptakan sinergi esensial dengan Imunoterapi mutakhir (ICI) serta menawarkan pereda nyeri yang dramatis dan cepat serta peningkatan Kualitas Hidup di berbagai jenis kanker dan patologi kronis seperti Fibromialgia.
* Penafian Medis: Artikel ini ditujukan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan pengganti konsultasi medis, diagnosis, atau perawatan individual yang diberikan oleh dokter berlisensi.
1. Definisi Hipertermia Seluruh Tubuh (WBH) dan Teknologi Terapeutik
- • WBH Ringan: < 38,5°C
- • WBH Moderat: 38,5°C – 40,5°C
- • WBH Ekstrem: > 40,5°C

2. Landasan Ilmiah dan Efek Sistemik
- Peningkatan Reologi Darah: Paparan IR-WBH memberikan pengaruh positif terhadap sifat aliran darah dan hemodinamika [2], mendukung mekanisme esensial dalam meningkatkan perfusi tumor—sebuah prasyarat kritis bagi keberhasilan pengobatan sistemik.
- Aktivasi Biologis Umum: WBH menginduksi respons stres termal yang memicu serangkaian proses biologis, termasuk modulasi sistem hormonal dan akselerasi metabolisme [6, 4].
3. Mekanisme Kerja Utama (Molekuler, Fisiologis, dan Imunologis)
Efek terapeutik dari WBH sangat kompleks, dimediasi oleh perubahan pada tingkat seluler, imun, dan fisiologis:
A. Sinergi dengan Kemoterapi dan Radioterapi (Sensitizer Kemo/Radio)
- Optimalisasi Mikro-lingkungan Tumor (TME): WBH meningkatkan perfusi darah tumor dan oksigenasi, membalikkan kondisi hipoksia tumor. Hal ini sangat penting, karena sel tumor yang teroksigenasi dengan baik menjadi jauh lebih rentan terhadap penghancuran oleh Kemoterapi (CT) dan Radioterapi (RT) [9, 41].
- Efikasi Kemo/Radio: Hipertermia bertindak sebagai kemo & radio sensitizer, meningkatkan pasokan oksigen tumor (efek radio-sensitizing) & mendorong efektivitas obat-obatan seperti Cisplatin, Gemcitabine, dan Carboplatin [12, 16, 36].
B. Menginduksi Respons Imun Anti-Tumor yang Kuat (Imunomodulasi)
WBH adalah aktivator kuat dari sistem pertahanan tubuh [11]:
- Heat Shock Proteins (HSPs): Stres termal menstimulasi sintesis dan pelepasan HSP70. Protein ini bertindak sebagai ‘sinyal bahaya’ yang menandai sel kanker untuk serangan yang lebih intens oleh Limfosit T Sitotoksik (CTLs) dari sistem imun [9, 10, 29].
- Aktivasi Sel Imun Utama: Rentang suhu 39–43°C meningkatkan aktivitas sel Pembunuh Alami (NK) dan mendorong aktivitas sel T helper dan sitotoksik, sel dendritik, serta makrofag, sekaligus berpotensi melemahkan sel imunosupresif [9, 10, 11, 25, 26].
- Peningkatan Limfosit-T: FR-WBH dapat secara signifikan meningkatkan (misal: hingga 3 kali lipat) populasi limfosit T sitotoksik di organ limfoid, sehingga memperkuat serangan imun anti-tumor sistemik [10].
- Vaksin dan APCs: WHT dapat mengatur fungsi Sel Pembawa Antigen (APCs) dan meningkatkan efektivitas vaksin kanker, termasuk yang berbasis HSP110 dan GRP170 [37, 28].
4. Bukti Klinis dan Sinergi dalam Terapi Multimodal
A. Sinergi dengan Imunoterapi (Penghambat Pos Pemeriksaan – ICI)
Sebuah rangkaian kasus retrospektif terhadap 131 pasien kanker stadium lanjut (Stadium IV) meneliti protokol multimodal yang mencakup hipertermia seluruh tubuh bersama dengan penghambat pos pemeriksaan (Ipilimumab, Nivolumab) dan IL-2 [18].
Kesimpulan Utama: wIRA Hipertermia Seluruh Tubuh ditentukan sebagai komponen integral dan esensial yang memaksimalkan respons imun anti-tumor.
WBH mengaktifkan dan memobilisasi sel T (dengan menginduksi HSP70 dan melepaskan antigen tumor); penghambat pos pemeriksaan kemudian “melepaskan rem” dari sel-sel T yang telah diaktifkan sebelumnya, menghasilkan tingkat respons klinis menguntungkan yang sangat tinggi untuk penyakit stadium lanjut [18].
B. Aplikasi Klinis pada Berbagai Jenis Kanker
- Kanker Pankreas: Protokol Fase I-II menggunakan WBH ringan (FR-WBH) yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan Interferon-alpha menunjukkan setidaknya 50% regresi tumor pada hampir setengah dari pasien yang resisten terhadap terapi [4, 22].
- Kanker Payudara (Kekambuhan): WHT yang dikombinasikan dengan re-iradiasi atau radioterapi telah menunjukkan efektivitas untuk kanker payudara stadium lanjut lokal dan kekambuhan pada dinding dada, dikonfirmasi oleh data acak [39, 40].
- Kanker Ovarium: WBH yang dikombinasikan dengan carboplatin diteliti dalam studi Fase II untuk kanker ovarium yang kambuh [16, 20].
- Kanker Kolorektal: WBH wIRA digunakan dalam konteks Terapi Multilangkah Kanker Sistemik (sCMT) Von Ardenne yang dikombinasikan dengan kemoterapi dalam studi Fase I/II [15].
5. Pereda Nyeri yang Cepat dan Peningkatan Kualitas Hidup (QoL) yang Signifikan
Pasien dapat mengalami pereda nyeri yang cepat dan peningkatan kesejahteraan secara umum, sebagaimana diamati dalam studi Dr. Bull [12] dan terutama dalam studi klinis Fase III terbaru yang dilakukan oleh Sahinbas et al. [14].
Wawasan Klinis:
Terapi wIRA tidak hanya berkontribusi pada pengendalian tumor, tetapi juga pada pengurangan signifikan dalam kebutuhan analgesik, memulihkan mobilitas dan vitalitas bahkan pada pasien dengan penyakit stadium lanjut.
Uji Klinis Fase III (2024) untuk Metastasis Tulang
Pada tahun 2024, Sahinbas dan rekan-rekannya menerbitkan studi fase III untuk nyeri metastasis tulang yang utamanya berasal dari kanker payudara dan prostat, menggunakan perangkat hipertermia WBH wIRA Iratherm sebagai tambahan untuk RT [14].
| Indikator QoL/Peningkatan Nyeri | Monoterapi RT | RT + Hipertermia (wIRA) | Dampak QoL |
|---|---|---|---|
| Tingkat Respons Lengkap (CR) (2 bulan) | 5,3 % | 47,4 % | Peningkatan +894% dalam peluang eliminasi nyeri total |
| Waktu untuk pereda nyeri total | tidak tercapai | 10 hari | manfaat “signifikan dan cepat” |
| Durasi Pereda Nyeri | Median: 28 hari | Median: Lebih dari 24 minggu | Durasi pereda nyeri meningkat enam kali lipat |
Dibandingkan dengan studi Fase III serupa yang diterbitkan oleh Chi MS et al. (2017) dengan hipertermia lokoregional RF, manfaat yang dicapai menggunakan hipertermia WBH wIRA jauh lebih unggul.
Hasil Studi RF HT + RT (Hipertermia Lokal):
| Indikator QoL/Peningkatan Nyeri | Monoterapi RT | RT + Hipertermia (RF HT) | Dampak QoL |
|---|---|---|---|
| Tingkat Respons Lengkap (CR) (3 Bulan) | 7,1 % | 37,9 % | Peningkatan 533% dalam peluang pereda nyeri total |
| Durasi Pereda Nyeri | Median: 55 hari | Median: Tidak tercapai pada 24 minggu | Durasi pereda nyeri meningkat tiga kali lipat |
Ringkasan dan Kesimpulan
Bukti ilmiah yang terkonsolidasi (mulai dari studi dasar tentang teknologi wIRA hingga uji klinis Fase III yang krusial) mengonfirmasi peran WBH sebagai terapi ajuvan berdampak ganda dalam onkologi: terapi ini meningkatkan efikasi CT/RT, mengaktifkan sistem imun sistemik (termasuk sinergi dengan imunoterapi), dan secara dramatis meningkatkan pengendalian nyeri serta QoL bagi pasien kanker.
6. Manfaat Fisiologis Sistemik dan Potensi Terapeutik dalam Patologi Lainnya
Panas yang lembut dan terkendali yang diberikan oleh WBH dengan radiasi wIRA menginisiasi respons termoregulasi kompleks yang menghasilkan manfaat sistemik yang luas, memperluas potensi terapeutik di luar onkologi:
A. Manajemen Muskuloskeletal dan Nyeri
WBH efektif dalam mengelola sindrom nyeri kronis, memanfaatkan efek fisiologisnya pada ketegangan otot dan mikrosirkulasi:
- Dorsalgia (Nyeri Punggung Kronis): Studi menunjukkan bahwa WBH ringan, bila dikombinasikan dengan terapi nyeri multimodal stasioner, memberikan manfaat signifikan bagi pasien dengan nyeri punggung bawah non-spesifik kronis [53, 54].
- Sindrom Fibromialgia (FMS): WBH adalah pengobatan tambahan yang terdokumentasi untuk FMS. Uji terkontrol secara acak telah mendemonstrasikan efektivitas wIRA WBH ringan, menunjukkan efek pada intensitas nyeri dan kondisi mental [17, 56, 57].
- Ankylosing Spondylitis (AS): WBH telah menunjukkan efek imunomodulator pada pasien AS, meningkatkan mediator anti-inflamasi seperti Interleukin-10 (IL-10) dan memodulasi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-$α$ [58, 59, 52].
- Fenomena Raynaud pada Sklerosis Sistemik: Hipertermia yang dimediasi inframerah ditemukan efektif dalam mengobati gejala vasokonstriktif, menunjukkan manfaat vaskular yang jelas [49].
B. Kesehatan Kardiovaskular dan Sirkulasi ❤️
Selain meningkatkan perfusi tumor, WBH memiliki efek spesifik pada sistem sirkulasi:
- Hipertensi Esensial: Serangkaian studi meneliti penggunaan hipertermia IR-A ringan pada pasien dengan hipertensi arterial (WHO Stadium I dan II). Temuan menunjukkan bahwa perawatan berseri dapat memberikan efek positif pada gelombang denyut sentral dan perifer, tekanan darah, serta viskositas darah, mengonfirmasi peran WBH sebagai opsi terapi fisik non-farmakologis [44, 47].
C. Efek Neuro-Endokrin dan Psikologis
WBH melibatkan sistem neuro-endokrin tubuh, yang memengaruhi suasana hati dan metabolisme:
- Gangguan Depresi Mayor (MDD): Sebuah uji klinis acak menunjukkan bahwa satu sesi WBH dapat bertindak sebagai antidepresan yang bekerja cepat, menghasilkan pengurangan gejala depresi selama beberapa minggu. Efek ini dikaitkan dengan aktivasi jalur imun dan inflamasi akibat panas yang memengaruhi otak [51].
- Modulasi Hormonal (Endokrinologi): WBH menstimulasi poros Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal (HPA) dan memengaruhi kadar hormon. Studi telah mendokumentasikan respons Hormon Pertumbuhan dan Prolaktin selama hipertermia seluruh tubuh, menyoroti dampaknya pada regulasi endokrin [42, 43].
- Metabolisme dan Reaksi Sel: WBH mempercepat laju metabolisme basal. Pada tingkat seluler, panas memengaruhi kinetika pO2 dan dikaitkan dengan sintesis protein pelindung seperti feritin di kulit, yang mendukung perbaikan jaringan [48, 46].

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Mengenai Rekomendasi Sesi WBH dan Target Suhu
Apa protokol Hipertermia Seluruh Tubuh (WBH) yang direkomendasikan untuk Hipertensi Esensial?
Protokol untuk Hipertensi Esensial merekomendasikan 12 sesi dengan target suhu 38,3 °C. Setiap sesi berlangsung sekitar 45 menit, yang terdiri dari fase peningkatan selama 30 menit dan fase istirahat selama 15 menit (tanpa fase plateau).Apa parameter WBH yang direkomendasikan untuk Nyeri Punggung Kronis (Dorsalgia)?
Untuk Dorsalgia, biasanya direkomendasikan 6 sesi, dengan target 38,4 °C. Total waktu sesi adalah sekitar 90 menit, dengan 45 menit fase peningkatan, 15 menit fase plateau, dan 30 menit istirahat.Apa protokol WBH untuk Fibromialgia dan Ankylosing Spondylitis?
Baik Fibromialgia maupun Ankylosing Spondylitis biasanya mengikuti protokol 6 sesi, dengan target 38,5 °C. Total waktu sesi adalah sekitar 90 menit, termasuk 45 menit peningkatan, 15 menit plateau, dan 30 menit istirahat.Apa protokol yang direkomendasikan untuk WBH sebagai Terapi Kanker Tambahan?
Sebagai terapi kanker tambahan, protokol ini membutuhkan 2 sesi atau lebih dengan target suhu inti antara 39,0 °C hingga 40,0 °C. Total waktu sesi adalah yang paling lama, berkisar antara 3 hingga 4 jam, yang mencakup 60-90 menit untuk fase peningkatan, 60-90 menit untuk fase plateau, dan 60 menit untuk fase istirahat.| Indikasi | Sesi | Target Suhu | Terapi (Peningkatan + Plateau) | Waktu Istirahat | Total Sesi |
|---|---|---|---|---|---|
| Hipertensi Esensial | 12 | 38,3 °C | 30 mnt (30+0) | 15 mnt | ~ 45 mnt |
| Dorsalgia | 6 | 38,4 °C | 60 mnt (45+15) | 30 mnt | ~ 90 mnt |
| Fibromialgia | 6 | 38,5 °C | 60 mnt (45+15) | 30 mnt | ~ 90 mnt |
| Ankylosing Spondylitis | 6 | 38,5 °C | 60 mnt (45+15) | 30 mnt | ~ 90 mnt |
| Sklerosis Sistemik | 15 | 38,3 °C | 30 mnt (30+0) | 15 mnt | ~ 45 mnt |
| Gangguan Depresi Mayor | 1+ | 38,5 °C | 105-170 mnt | 30 mnt | ~ 2-3 jam |
| Terapi Kanker Tambahan | 2+ | 39,0-40,0 °C | 120-180 mnt | 60 mnt | ~ 3-4 jam |
Referensi dan Kutipan
Referensi dan Kutipan
- Ardenne M. von. Moderate Hyperthermie als Behandlungsmethode mit vielen Indikationen. Ärztzeitschr Naturheilverf 1994; 5:356-61.
- Bäumler H., Scherf H.P., Aurisch R., et al. Einfluß einer Serie von Infrarot-Ganzkörperbestrahlungen auf Fließeigenschaften des Blutes und die Hämodynamik. Perfusion 1990: 138-43.
- Heckel M. Ganzkörper-Hyperthermie und Fiebertherapie, Grundlagen und Praxis. Stuttgart: Hippokrates Verlag, 1990.
- Kosaka M., Sugahara T., Schmidt K.L., Simon E. Thermotherapy: Principles and Practice. Heidelberg: Springer Verlag, 2000.
- Meffert H., Hecht H.C., Günther H., et al. Biophysikalische Ergebnisse des klinischen Tests der IRA-Therm-Hyperthermietechnik der 2. Generation. ThermoMed 1990; 6:71-78.
- Schmidt K.L. Hyperthermie und Fieber, Wirkungen bei Mensch und Tier. 2. überarb Aufl. Stuttgart: Hippokrates Verlag, 1987.
- Vaupel P., Krüger W. Wärmetherapie mit wassergefilterter Infrarot-A-Strahlung, Grundlagen und Anwendungsmöglichkeiten. 2. überarb Aufl. Stuttgart: Hippokrates Verlag, 1995.
- Piazena H., Meffert H. Optische Eigenschaften der Haut und die photobiologischen Grundlagen zur Dosierung von IR-Hautbestrahlungen in vivo und in vitro. 6. Symposium Licht und Gesundheit 2008.
- Zschaeck S. and Beck M. Chapter 8 Whole-Body Hyperthermia in Oncology: Renaissance in the Immunotherapy Era?
- Zhang H, Wang W, Zhang S, Huang W. Comparison of the anti-tumor effects of various whole-body hyperthermia protocols… Immunol Invest. 2005;34(3):245-58.
- Abreu MM, Chocron AF, Smadja DM. From cold to hot: mechanisms of hyperthermia in modulating tumor immunology for enhanced immunotherapy. Front Immunol. 2025 Feb 28;16:1487296.
- Bull JMC. et al. Fever-range whole-body thermal therapy combined with cisplatin, gemcitabine, and daily interferon-α. Journal of Hyperthermia. 2008; 24(8): 649-662.
- Weigelin B. Visualization of the immune effect of hyperthermia. ICHO 2021, Session: Hyperthermia and immunology.
- Faghihi Moghaddam F, Bakhshandeh M, Mofid B, et al. Clinical effectiveness of combined WBH and EBRT versus EBRT alone… J Therm Biol. 2024 Feb;120:103804.
- Hildebrandt B, Dräger J, Kerner T. et al. Whole-body hyperthermia in the scope of von Ardenne’s systemic cancer multistep therapy (sCMT)… International Journal of Hyperthermia. 2004;3:317–333.
- Atmaca A., Al-Batran S.E., Neumann A., et al. WBH in combination with carboplatin in patients with recurrent ovarian cancer – a phase II study. Gynecol Oncol 2009; 2:384-88.
- Brockow T., et al. A Randomized Controlled Trial on the Effectiveness of Mild Water-filtered Near Infrared WBH… Clin J Pain 2007; 1:67-75.
- Kleef R, Nagy R, Baierl A, et al. Low-dose Ipilimumab plus Nivolumab combined with IL-2 and hyperthermia in cancer patients with advanced disease. Cancer Immunol Immunother. 2021;70:1393–403.
- Adachi H., Katsuno M., Waza M., et al. Heat shock proteins in neurodegenerative diseases. Int J Hyperthermia 2009; 8:647-54.
- Atmaca A., Al-Batran S.E., Neumann A., et al. Whole-body hyperthermia (WBH) in combination with carboplatin… Gynecol Oncol 2009; 2:384-88.
- Bull J.M., et al. An Update of a Phase II Clinical Trial Using Fever-Range Whole-Body Thermal Therapy (FR-WB-TT)… Soc for Thermal Med, 2007.
- Bull J.M., et al. Fever-range WBH combined with cisplatin, gemcitabine and daily interferon-α. Int J Hyperthermia 2008; 8:649-62.
- Bull J.M., et al. A phase-I-study of optimally-timed Gemcitabine + Cisplatin/Interferon-a combined with WBH. ESHO 2001, Verona, Italy.
- Capitano M., Mace T., Nemeth M., et al. A novel strategy for improving neutrophil recovery following total body irradiation. Soc for Thermal Med, 2010.
- Dayanc B.E., Ostberg J.R., Repasky E.A. Enhancement of NK Cell Cytotoxic Activity by Mild Thermal Stress. Soc of Thermal Med, 2006.
- Hajto T., Hostanska K. Effect of in vivo hyperthermia on human natural killer cells. Clin Trials J 1985; 6:514-20.
- Hattori T., et al. Antitumor effect of WBH with α-galactosylceramide in a subcutaneous tumor model of colon cancer. Int J Hyperthermia 2007; 7:591-98.
- Kisailus A., et al. Thermal Regulation of Antigen Presenting Cells: Use of Hyperthermia as an Adjuvant for Cancer Vaccines. Soc of Thermal Med, 2006.
- Multhoff G. Activation of natural killer (NK) cells by heat shock protein 70… Int J Hyperthermia 2009; 3:176-79.
- Peer A.J., et al. Diverse immune mechanisms may contribute to the survival benefit seen in cancer patients receiving hyperthermia. Immunol Res 2010; 1-3:137-154.
- Rowe R.W., et al. Fever-range WBH combined with oxaliplatin: A curative regimen in a pre-clinical breast cancer model. Int J Hyperthermia 2010; 6:565-76.
- Schencking M., Frese T., Sandholzer H. Behandlung einer Radikulopathie bei ossärer Metastasierung durch Infrarot-A-Ganzkörperhyperthermie. Forsch Komplementmed 2008; 15:273-76.
- Scott G.L., Bull J.M.C., Kochn M. Management of Conscious Sedation… 9th Int Congress on Hyperthermic Oncology, 2004.
- Shecterle L.M., Cyr J.A.S. Hyperthermia Aids Patients with Advanced Lung Cancer. Soc of Thermal Med, 2006.
- Skitzki J.J., Repasky E.A., Evans S.S. Hyperthermia as an immunotherapy strategy for cancer. Current Opinion in Investigational Drugs 2009; 6: 550-58.
- Toyota N., et al. Long-duration, mild whole body hyperthermia with cisplatin: tumour response and kinetics of apoptosis and necrosis… Int. J. Hyperthermia 1997; 5:497-506.
- Wang X.Y., et al. Characterization of heat shock protein 110 and glucose-regulated protein 170 as cancer vaccines… J of Immunology 2001; 165:490-97.
- VanderZee J., et al. Reirradiation combined with hyperthermia in breast cancer recurrences… Int J Hyperthermia 2010; 7:638-48.
- Zagar T.M., et al. Hyperthermia for locally advanced breast cancer. Int J Hyperthermia 2010; 7:618-24.
- Zagar T.M., et al. Hyperthermia combined with radiation therapy for superficial breast cancer and chest wall recurrence… Int J Hyperthermia 2010; 7: 612–17.
- Sen A., Capitano M., Dommer M., et al. Thermoregulatory responses to mild systemic thermal stress increase tumor perfusion… Cancer Res. 2011; 71(11):3872-3880.
- Koska J., Rovensky J., Zimanova T., Vigas M. Growth hormone and prolactin responses during partial and whole body warm-water immersions. Acta Physiol Scand. 2003.
- Vigas M., Rovensky J., Zimanova T., Koska J. Responses of growth hormone and prolactin to local and whole-body application of Piestany mud. Acta Rheumatol 2002:31-38.
- Meffert B., Hochmuth O., Steiner M. Effects of multiple mild infrared-induced hyperthermia on central and peripheral pulse waves. North Sea Conference 1990.
- Meffert H., Scherf HP., Meffert B. Milde Infrarot-A-Hyperthermie. Auswirkungen von Serienbestrahlungen… Akt Dermatol 1993; 19:142-48.
- Applegate L.A., et al. Induction of the putative protein ferritin by infrared radiation: Implications in skin repair. Int J of Molecular Med 2000; 5:247-51.
- Scherf H.P., et al. Wirkung einer einmaligen milden Infrarot-A-Hyperthermie auf Körpertemperatur, Herzfrequenz, Blutdruck und Blutviskosität… Dermatol Monatsschr 1989.
- Streffer C. Metabolic changes during and after hyperthermia. Int J Hyperthermia 1985; 4:305-319.
- Förster J., et al. Infrared-Mediated Hyperthermia is Effective in the Treatment of Scleroderma-Associated Raynaud’s Phenomenon. J Invest Dermatol 2005.
- Koska J., Rovensky J., Zimanova T., et al. Sympathoadrenal regulation of circulatory responses to WBH… Acta Rheumatol 2002:23-30.
- Janssen C.W., et al. Whole-Body Hyperthermia for the Treatment of Major Depressive Disorder – A Randomized Clinical Trial. JAMA Psychiatry 2016.
- Tarner I.H., et al. The effect of mild WBH on systemic levels of TNF-alpha, IL-1 beta and IL-6 in patients with ankylosing spondylitis. Clin Rheumatol 2009.
- Ettrich U., et al. Milde Ganzkörperhyperthermie in Kombination mit stationärer multimodal orientierter Schmerztherapie… Orthopäde 2014; 2:165-74.
- Weller E., Ullrich D. Infrarot-A-Hyperthermie-Anwendung bei Patienten cu Analgetica-Abusus wegen chronischer Rückenschmerzen. 95. Kongreß Phys Med 1990.
- Morf S., Vesti B.A., Forster A., et al. Microcirculation abnormalities in patients with fibromyalgia – measured by capillary and laser fluxmetry. Arthritis Res Ther 2005.
- Walz J., et al. Ganzkörperhyperthermie in der Schmerztherapie – eine kontrollierte Studie an Patienten mit Fibromyalgiesyndrom. Schmerz 2013; 27:38-45.
- Romeyke T., Stummer H. Multi-modal pain therapy of fibromyalgia syndrome with integration of systemic WBH… J Musculoskel Pain 2014; 4:341-55.
- Zauner D., et al. WBH treatment increases interleukin 10 and toll-like receptor 4 expression in patients with ankylosing spondylitis. Int J Hyperthermia 2014.
- Lange U., et al. Wirkung iterativer Ganzkörperhyperthermie cu wassergefilterter Infrarot-A-Strahlung bei ankylosierender Spondylitis… Akt Rheumatol 2017.
EN: The complete database of over 60 clinical studies on wIRA technology is available upon request.

